Apa Saja Penyakit Umum Anak-Anak?

Si kecil dengan segala keaktifannya, sudah tentu harus memiliki daya tahan tubuh yang sangat baik, agar terhindar dari berbagai penyakit umum anak-anak yang seringkali mengintai kelincahan si kecil.

Penyebab Anak Gampang Sakit

  • Lingkungan di sekitar anak kurang bersih
  • Kurang asupan probiotik
  • Tidur kurang cukup dan tidak berkualitas
  • Kurang olahraga
  • Tidak mengonsumsi asupan bernutrisi
  • Punya keturunan penyakit kronis
  • Faktor lingkungan dan cuaca
  • Kurang konsumsi susu
  • Kurang rajin mencuci tangan sehingga mudah terkontaminasi virus dan bakteri
  • Orangtua jarang bermain dengan anak sehingga kurang paham dengan kondisi anak

Penyakit Umum Anak-Anak

  1. Demam
  • Saat Ibu meraba tubuh si Kecil dan suhu tubuhnya terasa lebih panas daripada biasanya, ini bisa jadi bahwa tubuhnya sedang berusaha untuk mengenali dan melawan infeksi patogen (mikroorganisme jahat).
  • Anak demam dapat dikatakan demam ketika suhunya mencapai 38 derajat celcius atau lebih. Suhu tinggi tersebut diproduksi oleh tubuh untuk membuat patogen kesulitan bertahan hidup.
  • Ibu tidak perlu terlalu khawatir ketika anak demam namun masih dapat bermain dengan aktif, tersenyum, bernafas dengan normal, dan dapat merespon stimulasi yang diberikan lingkungan dengan baik. Biasanya demam akan bertahan selama 3 sampai 4 hari.
  • Namun, Ibu perlu waspada ketika demam pada anak tidak kunjung reda setelah hari ke-5 dan disertai dengan ruam kulit, kesulitan bernafas, dehidrasi, tidak mau makan, muntah, kesulitan dalam merespon stimulus, atau kejang
  • Jika menemukan tanda-tanda tersebut, segera hubungi dokter spesialis anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan diagnosis yang tepat.
  • Di rumah, pertolongan pertama yang bisa Ibu lakukan adalah memberikan asupan cairan yang cukup agar tidak dehidrasi.
  1. Pilek
  • Pada umumnya, virus pilek atau common cold menyerang pada musim hujan atau masa pancaroba. Virus ini sangat mudah menyebar di dalam ruangan dan sangat mudah menginfeksi balita.

    Anak yang terserang pilek akan menunjukkan beberapa gejala seperti:
  • Bersin-bersin.
  • Hidung berlendir.
  • Sakit kepala.
  • Radang tenggorokan.
  • Batuk-batuk.
  • Hidung tersumbat.
  • Demam.
  1. Batuk
  • Batuk adalah gejala yang muncul sebagai bentuk pertahanan diri terhadap gangguan atau penyakit di saluran pernapasan.
  • Dengan batuk, tubuh si Kecil berusaha mengeluarkan zat-zat asing di saluran pernapasan, termasuk lendir dan kuman penyebab penyakit.
  • Walau bukan termasuk ke dalam kategori penyakit, namun batuk yang tingkat keparahannya tinggi tentu akan mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari si Kecil.

    Bantu redakan batuk anak dengan :
  • Air putih hangat.
  • Gargling (berkumur-kumur dengan dengan air garam)
  • Memberikan air lemon hangat.
  • Jika perlu minum obat pelancar batuk.
  1. Diare
  • Bila frekuensi BAB anak menjadi lebih sering dan fesesnya lebih encer (berair), berarti si Kecil mengalami diare.
  • Pada umumnya diare disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Penyebab lainnya adalah alergi makanan dan reaksi terhadap obat.
  • Diare biasanya tidak berbahaya dan hanya menyebabkan dehidrasi ringan seperti mulut yang sedikit kering, lebih sering haus, dan berkurangnya urin.
  • Anak yang mengalami diare, harus kita jaga kecukupan asupan cairan nya dengan memberikannya minum dalam jumlah banyak, bisa berupa air putih, cairan elektrolit (oralit), atau minuman manis.
  1. Radang Tenggorokan
  • Anak cenderung rentan terkena penyakit radang tenggorokan. Penyakit ini terjadi karena turunnya imunitas tubuh atau anak mengalami radang amandel.
  • Amandel sendiri merupakan gumpalan jaringan yang berada di kedua sisi tenggorokan dan bisa dengan mudah menyebabkan imunitas tubuh si Kecil turun.
  1. Mual dan Muntah
  • Jika si Kecil memuntahkan makanan dari mulutnya, Ibu jangan panik dulu, karena itu bisa jadi reaksinya saat diperkenalkan dengan beberapa makanan baru atau terlalu banyak makan. Kalau tidak, bisa juga karena si Kecil mengalami alergi pada makanan yang diberikan.
  • Pada umumnya, muntah pada balita bukan merupakan gejala yang berbahaya. Namun bila hal ini terjadi terus-menerus, dikhawatirkan kemungkinan penyebabnya adalah:
  • Gastroenteritis (radang pada saluran pencernaan).
  • Infeksi saluran kemih.
  • Keracunan makanan atau masalah serius lainnya, sehingga perlu segera ditangani dokter.
  1. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi karena terjadi penumpukan bakteri di saluran kemih. ISK menimbulkan gejala seperti:

  • Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil.
  • Keinginan untuk segera buang air kecil berkali-kali.
  • Mengompol padahal anak sudah bisa menggunakan toilet.
  • Sakit perut.
  • Sakit punggung.
  1. Cacar Air
  • Penyakit ini memperlihatkan gejala khas berupa bintik-bintik merah pada tubuh yang beberapa hari kemudian berubah menjadi benjolan-benjolan berisi air yang menyebar ke seluruh tubuh dan menimbulkan rasa gatal.
  • Untuk mengatasinya, Ibu bisa mengoleskan krim untuk membantu mengurangi rasa gatal. Kalau si Kecil mengalami demam, berikan obat penurun demam.
  • Harap ingat ya Bu, virus cacar air sangat mudah menular. Jadi, sebaiknya Ibu tidak membolehkan balita keluar rumah sampai ia benar-benar sembuh.
  1. Campak
  • Penyakit yang disebabkan oleh virus campak atau morbili ini menimbulkan bercak-bercak merah yang menyebar ke seluruh tubuh si Kecil.
  • Sebelum bercak merah timbul, si Kecil mengalami demam tinggi yang turun naik dan terkadang juga disertai diare. Umumnya jika bercak merah sudah keluar, maka demam akan turun dengan sendirinya. Bercak merah nantinya akan menjadi kehitaman sampai akhirnya menghilang.
  • Campak tergolong penyakit menular, jadi bila si Kecil dirawat di rumah, pastikan ia ditempatkan di tempat tersendiri agar tidak menularkan ke orang lain.
  1. Infeksi Telinga Tengah
  • Infeksi pada telinga tengah umumnya disebabkan oleh virus dan menyertai pilek.
  • Gejala-gejalanya antara lain demam, keluarnya cairan bening dari salah satu atau kedua telinga, dan pusing.
  • Infeksi ini biasanya akan sembuh dalam beberapa hari, jika ini terjadi berulang-ulang dapat menyebabkan congek, dimana cairan lengket di dalam telinga mengumpul dan mempengaruhi pendengaran. Jika hal ini terjadi, segera bawa si Kecil ke dokter spesialis anak, ya.
  1. Penyakit Eksim pada Anak

Eksim atau dermatitis atopik adalah kelainan kulit tersering pada anak, terutama bayi. Ketika terserang kondisi ini anak biasanya menunjukkan gejala seperti:

  • Kulit kering.
  • Kemerahan.
  • Bersisik.
  • Gatal pada satu atau beberapa tempat seperti di wajah, leher, lipatan siku, lipatan lutut, pergelangan kaki baik secara hilang-timbul atau berlangsung lama (kronik).
  1. Bronkopneuamonia
  • Bronkopneumonia adalah peradangan yang terjadi pada bronkus dan alveolus akibat infeksi bakteri atau jamur. Ketika terserang penyakit ini, anak akan mengalami sesak napas.
  • Kita perlu waspada, sebab bronkopneumonia merupakan jenis peradangan saluran pernafasan yang paling sering terjadi pada anak-anak dan menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak akibat infeksi pada balita.

    Gejala bronkopneumonia:
  • Rewel.
  • Demam.
  • Hidung tersumbat.
  • Sulit tidur.
  • Tidak nafsu makan.
  • Detak nadi lebih cepat.
  • Bibir membiru.
  • Dada tampak cekung ke dalam saat bernapas.
  • Napas mengi (berbunyi “ngik”) dengan nada melengking.

Yuk moms, tetap jaga keceriaan si kecil, dengan mengawasi setiap asupan dan nutrisi baik, untuk mengurangi resiko terpapar penyakit umum anak-anak, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.
Lengkapi suplemen buah hati kesayangan anda dari klinik MyPharma Muara Karang Jakarta Utara.

Mengenal Cacar Air dan Cacar Api

Penyakit cacar adalah penyakit yang menakutkan, baik itu cacar air maupun cacar...

Apa Saja Penyakit Umum Anak-Anak?

Si kecil dengan segala keaktifannya, sudah tentu harus memiliki daya tahan tubuh...

Metode Baru : Terapi Gen HIV / AIDS

Terapi gen HIV/AIDS bukanlah penemuan baru, karena konsepnya telah diusulkan sejak tahun...

Cara Mengobati Gigi Berlubang

Bagaimana cara mengobati gigi berlubang, agar sakitnya tidak datang kembali?Gigi berlubang terjadi...