Jenis-Jenis Diabetes Melitus

Jenis Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang tinggi. Glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh, dan berasal dari makanan yang kita konsumsi. Insulin, hormon yang diproduksi oleh pankreas, membantu sel-sel tubuh menggunakan glukosa untuk energi.

Gejala Umum Diabetes Melitus

  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Haus berlebihan.
  • Mudah lapar.
  • Kelelahan.
  • Penurunan berat badan.
  • Penglihatan kabur.
  • Luka yang sulit sembuh.
  • Sering infeksi.

Jenis-Jenis Diabetes Melitus

Diabetes Melitus Tipe 1 (DM tipe 1)

Pada DM tipe 1 tubuh benar-benar berhenti memproduksi insulin karena perusakan sel pankreas yang memproduksi insulin oleh sistem kekebalan tubuh. Organ pankreasnya tidak memproduksi insulin lagi sehingga mereka harus menerima supply insulin dari luar tubuh secara rutin.
DM tipe 1 disebut juga Diabetes Juvenile karena biasanya didiagnosis pada orang dewasa muda atau anak-anak.

  • Penyebab :
  • DM Tipe 1 adalah penyakit autoimun. Sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini menyebabkan kekurangan insulin.
  • Penyebab pasti DM Tipe 1 belum diketahui. Faktor genetik dan lingkungan diduga berperan dalam perkembangan penyakit ini.
  • DM Tipe 1 tidak dapat disembuhkan. Pengobatan bertujuan untuk mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi.
  • Pengobatan :
  • Suntik insulin, dibutuhkan setiap hari untuk menggantikan insulin yang tidak diproduksi oleh tubuh.
  • Pengaturan pola makan, mngonsumsingonsumsi makanan bergizi dan seimbang untuk mengendalikan kadar gula darah.
  • Aktivitas fisik, olahraga teratur untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan mengendalikan kadar gula darah.
  • Pemantauan kadar gula darah, secaraecara rutin dapat membantu memastikan pengobatan dikontrol dengan baik.
Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2)

DM Tipe 2 adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang tinggi.

  • Penyebab 
  • Resistensi insulin: Sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Hal ini menyebabkan penumpukan glukosa dalam darah.
  • Kekurangan produksi insulin: Pankreas tidak memproduksi cukup insulin untuk mengatasi resistensi insulin.
  • Komplikasi DM Tipe 2:
  • Penyakit jantung dan stroke.
  • Kerusakan saraf (neuropati).
  • Kerusakan ginjal (nefropati).
  • Kerusakan mata (retinopati).
  • Amputasi anggota badan.
Diabetes Melitus Gestational

Diabetes Melitus Gestasional (DMG) adalah diabetes yang terjadi selama kehamilan, pada wanita yang sebelumnya tidak memiliki diabetes. DMG biasanya muncul pada trimester kedua atau ketiga kehamilan.

  • Penyebab DMG:
  • Hormon kehamilan: Hormon kehamilan seperti estrogen dan progesteron dapat membuat tubuh resisten terhadap insulin.
  • Ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi cukup insulin: Hal ini terjadi untuk memenuhi kebutuhan insulin yang meningkat selama kehamil
  • Diagnosis DMG:
  • Tes skrining: Pada kehamilan trimester kedua, wanita hamil akan menjalani tes skrining gula darah. Tes ini dilakukan dengan cara minum larutan glukosa dan kemudian kadar gula darahnya diukur.
  • Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO): Jika hasil tes skrining menunjukkan kadar gula darah tinggi, maka akan dilakukan tes TTGO. Tes ini dilakukan dengan cara minum larutan glukosa dan kemudian kadar gula darahnya diukur beberapa kali dalam beberapa jam.
  • Komplikasi DMG:
  • Kelahiran prematur.
  • Bayi besar.
  • Makrosomia (bayi dengan berat badan lahir lebih dari 4 kg).
  • Preeklampsia.
  • Diabetes pada ibu setelah melahirkan.

Diabetes Melitus Tipe Lain

  • Latent Autoimmune Diabetes in Adults (LADA): Mirip dengan diabetes tipe 1, tetapi berkembang lebih lambat.
  • MODY (Maturity Onset Diabetes of the Young): Diabetes yang disebabkan oleh kelainan gen.
  • Diabetes akibat penyakit lain: Diabetes yang disebabkan oleh penyakit lain seperti pankreatitis, sindrom Cushing, dan penyakit hemochromatosis.
  • Faktor risiko :
  • Usia
  • Berat badan
  • Riwayat keluarga
  • Kurang aktivitas fisik|
  • Ras
  • Preeklampsia
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Pencegahan
  • Menjaga berat badan ideal sebelum hamil.
  • Mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang.
  • Berolahraga teratur.
  • Berhenti merokok.
  • Membatasi konsumsi alkohol.

Memperhatikan kesehatan sejak muda dan disaat tubuh terasa masih sehat dan kuat adalah salah satu antisipasi penting untuk tubuh kita, jika anda ingin melakukan tes kesehatan, klinik MYPHARMA Muara Karang Jakarta Utara menyediakan beragam pemeriksaan kesehatan terutama pemeriksaan jenis diabetes melitus.

Cara Mengobati Gigi Berlubang

Bagaimana cara mengobati gigi berlubang, agar sakitnya tidak datang kembali?Gigi berlubang terjadi...

Perbedaan Obat Generik dan Obat Paten

Sering kita mendengar istilah obat generik dan obat paten dalam dunia medis,...

Pentingnya Vaksin HPV bagi Wanita dan Pria Untuk Mengatasi Risiko Kanker

HPV singkatan dari Human Papillomavirus, ini adalah virus yang paling umum ditularkan...

Peluang Keberhasilan Operasi Bypass Jantung Koroner

Operasi bypass jantung koroner (CABG) adalah prosedur operasi yang dilakukan untuk membuat...